Rabu, 17 Oktober 2012

KKN-BBM 46 Unair "Haw-Haw" Part.5



Surabaya, Jumat 27 Juli
Jumat ini saya ijin karena harus ke dokter gigi dan bertemu pegawai saya di rumah. Jadi saya kurang tahu menahu soal kegiatan di basecamp. Tapi menurut cerita teman-teman tidak ada suatu kegatan berarti, paling Cuma mengerjakan LPJ dan mempersiapkan property2 yang dibutuhkan untuk acara-acara selanjutnya :)


Surabaya, Sabtu 28 Juli
Pukul 09.00 kami ke SDN Sukolilo untuk membahas masalah bazaar yang kan kami adakan pada hari Senin minggu depan, hal ini tentu butuh persiapan banyak. Kami pun berbincang dengan bapak kepala sekolah d halaman samping. Setelah perbincangan usai, kami pun kembali ke basecamp. Pukul 11.00 tiba-tiba saja adik-adik kelas 6 yang kemarin saya ajar, datang ke basecamp. Ogh iya saya baru ingat kalau kemarin mereka saya suruh datang jika masih ada kesulitan belajar meskipun acara BBM kami telah usai. Mereka pun lalu mengeluarkan buku dan mengerjakan PR nya. Satu persatu anak telah selesai mengerjakan PR, dan kini….. semua pada minta tebak-tebakkan perkalian sama saya. Hahahahaha….lucu. mereka pada berebut ingin ikut dalam permainan yang saya buat. Alhamdulillah..itu tandanya mereka menyukai saya,dan yaa.. and I love them :)
Sore harinya kami berpencar ke RT untuk memberikan informasi lagi kepada pihak RT agar disampaikan kepada warganya serta ingin menarik formulir yang sudah terisi. Namun, RW2 RT4 dan RT5 semuanya tidak ada, akhirnya saya kemabali ke basecamp tidak dengan tangan hampa, karena saya membeli camilan kripik.hahahahha :D



Surabaya, Minggu 29 Juli
Seperti biasa adik-adik ingin belajar bersama kami, kami pun meluangkan sedikit waktu untuk mereka belajar.
Hari Minggu bukannya ceria tapi kami malah stress, karena yang daftar untuk berjualan di stand bazaar sampai H-1 hanya 1 orang saja. Bayangkan…. Hanya SATUU orang saja.huaa..#kudu nangis
Saya beserta Herdi dan divisi kewirausahaan lainnya mulai rembukkan masalah ini. Kami pun memulainya dari kemungkinan-kemungkinana terburuk yang akan terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan masalah penataan stand, kemudia property apa saya yang kami butuhkan. Daan..yaa ribut sekali.wkwkwkw biasa lah adu argument, kalo gk rame gak bakal seru.ckckckck
Pukul 16.00 Herdi sebagai penangungjawab acara ini mulai membriefing teman-teman agar mencar/ membagi dalam tim-tim kecil untuk mencari para pedagang yang sekiranya prospektif dan mau di ajak gabung di acara kami. Saya pun akhirnya hanya mendapat dua, yakni Pak Sono (tukang bakso) dan Pak Dwi (tukang Susu Kedelai). Azan magrib menggema, saya pun kembali kebasecamp disusul teman lainnya.
Setelah berbuka puasa, kami pun membahas kemungkinan-kemungkinan terburuk yang nantinya akan terjadi, dan kami juga merencanakan Plan A dan Plan B untuk besok. Saya pun pulang dengan agak gelisah takut gak ada yang datang besok..huhuhuhuu T.T


Surabaya, Senin 30 Juli
Hari yang dinanti-nantikan tiba “Bazar Ramahan” pukul 15.00 kami bergegas ke SDN Sukolilo dimana akan dilangsungkan acara tersebut. Jam sudah menunjukkan 15.10 namun kami masih sibuk berbincang di halaman depan, 
Her ambil bangku-bangku yook” ajakku. 
“kelas belom di buka lia”.
 “HAAH??” kataku bengong. 
Ya ampuun kelas belom dibuka??padahal acaa bazar tinggal menghitung menit, tapi kenapa pihak sekolah tidak mensegerakan membuka salah satu kelas mereka.heran deeh --.--“
Akhirnya kami berinisiatif untuk memasang spanduk “Bazar Ramadhan” di depan pintu masuk sekolah, dan lagi-lagi kami menghaapi kendala karena ternyata di depan gerbang sekolah telah penuh spanduk-spanduk lainnya.OMG….but finally kita akhirnya bisa memasangnya di antara pohon dan gerbang sekolah.hahahaha… great idea guys :)

“alima,kalo mau ambil es skrg uda jam 15.15 loo” kata Dindan padaku, 
aku langsung melihat jam, dan 
“Rek aku ambil es dulu ya”. 
Memang sebelm berangkat ke SD aku sudah berpamitan ke teman-teman kalau akan mengambil es batu untuk propertiku berjualan di salah satu stand di bazaar itu, ya itung-itung meramaikan. Gimana lagi, habiz g ada yang mau dating sih para penjualnya, sampe heran deeh aku sama mereka itu. Dikasi rejeki kok nolak, katanya “Takut sepi mbak”, ya maklum lah para pedagang itu juga mungkin memikirkan keuntungan yang akan mereka dapatkan bukan?!

Saya dan Aliya akhirnya pegi sebentar untuk mengambil es yang telah kami pesan sebelumnya, dan kata sang pengirim nanti jam 15.30 mereka akan tiba di KFC Mulyosari. Kami pun bergegas untuk menuju kesana dan tak lupa saya juga membawa megaphone untuk woro-woro ke warga sepulang dari mengambil es, namun sebelumnya saya ke basecamp terlebih dahulu untuk mengambil tasku yang berat dengan laptop, tujuannya sih skalian mau di kembalikan di kosan gitu, habiz di basecamp kan g ada orang.
Ketika tiba di depan KFC, kita longak longok kayak orangbego gtu nyari tuh mobil box mengangkut es.hahahaha…
“Apa itu ya li?” saya menunjuk mobil box yang ada di depan KFC,
”Coba aja” kata Aliaya. Kami pun langsung ke sana. 
“Permisi pak, ini mobil box nya Es Iglo bukan ya?” kataku pada bapak-bapak yang tengah bekerja mengangkut barang, 
“Ow bukan mbk, ini mobil box nya superindo.” Hwahahahah kudu nguyu.
Salaah deh bukan ini mobilnya. Akhirnya kami menunggu di depan KFC lagi sambil mencoba menelepon kurir yang mengantarkan es (tadi waktu pesen dikasih no telp kurirny juga). Tidak selang lama, mobil box itu pun tiba. 
“Jadi ambil brp mbak? 5 ya?” kata orangnya turun dari mobil, 
“Wuiik cek banyak e maz, enggak 2 aja cukup”. Mereka pun membuka pintu box belakang sambil mengambil es pesanan kami. 
“Ada kresek gak ya maz?” kataku.
”Waah gak ada mbk.” sambil menunjukkan betapa besar dan beratnya 1 kantong es saja. Mereka pun membantuku menaruh katong-kantong es itu di depan motorku. Tas rangsel ku yang besar pun akhirny dibawakan oleh Aliya. Setelah membayar dan saya diberi kuintansi, saya puun cuusss. Rencananya mau ke kosan saya untuk mengembalikan tas rangsel yang begitu berat ini. Namun kami urungkan karena buat duduk aja di jok motor uda susah banget gara-gara bawa 10kg es.hahahaha
Kaki ku pun tidak pada posisi yang enak, secara bawa es 10kg di depan, apalagi motorku motor bebek.hmmm…(bisa bayangin deh kayak apa—“). 
Air pun mengucur terus dari situ karena matahari masih agak terik sore itu. Waktu lampu merah air yang mengucur semakin deras. Celana pun ikut basah, belom lagi orang mengira jangan-jangan aku pipis sembarangan…OH TIDAAAK!!
“Li, balik ke SD dulu aja ya naruh es, baru ke basecamp ngembalikan tasku sambil woro-woro ke orang-orang”kataku, dan Aliya menjawab,
“Oke deh.”
Setibanya kami tiba di SD, Zudva menyambut kami menggunakan ember yang memang akan kami gunakan sebagai tempat es (ceritanya saya mau jualan bertiga Saya, Aliya, Zudva).
Setelah menaruh es saya pun kembali ke basecap untuk menaruh kembali tas rangsel. Sesudah itu sebenarnya saya ditugaskan untuk menginformasikan kepada masyarakat kalau sekarang ini tengah berlangsung bazaar di SDN Sukolilo, tapi entah mengapa saya mengurungkannya dan malah kembali ke SD. Saya gak siap mental kalau-kalau orang-orang banyak yang berbondong-bondong yang datang, tapi penjualnya sepi.huhuhu…
Tak berpa lama setelah saya tiba di SD, maz Jivatpun memulai acara ini, dan yaa satu persatu mereka mulai ramai berdatangan, khususny anak-anak kecil.
Namun, masih terisi 3 stand dan itu semua hanya temen-temen KKN yang berniat membantu mengisi stand, lalu pedagang yang asli kmn smua nih???
Tiba-tiba pejual Es Campina masuk, dengan sangat senang saya menyambutnya lalu melakukan negoisasi serta tawaran-tawaran menarik untuknya. Lalu pedagang itupun akhirnya setuju. Alhamdulillah 1 stand terisi lagi.
“Li, ngapain?sinii.” panggil herdi ketika saya melihat stand saya, yang menjual Pop Ice dijaga oleh Zuda dan Aliya yang ramai pembeli.
“Ada apa her?” kataku, 
“Kamu sama Tomy tolong carikan ibu ini (sambil menunjukkan satu nama di kertas list pedagang ang kami data), takutnya kalau ibu ini dah buka lapak, dia bakal males ke sini”. 
Akhirnya aku dan Tomy bergegas mencari bu tesebut, dan yaa… ketemu juga deh sama ibu itu. Dia menjual beragai macam jajanan pasar+gorengan yang di dorong dengan gerobak besar gitu. Waaah hebat juga ibu ini.
Kamipun sempat menjaga dagangannya karena ibu tersebut hendak mengambil kue lagi di rumah. Hmmm….gak apa-apa deh :D
Setelah sang ibu kembali kami pun bergesa menuju SD. Di sana sudah semakin ramai dan tak lupa sepanjang jalan saya tetep menginfokan adanya bazaar di SD Sukolilo, yaa itung-itung supaya tambah ramai.wkwkwkw

Dagangan saya pun laris manis di serbu pembeli, apalagi dengan adanya kupon potongan harga yang kami berikan secara Cuma-Cuma malah menambah daya konsumtif konsumen. Alhamdulillah… hahaha….

Saya kini pun turut membantu teman-teman yang berjualan, saya bertugas mengambil air dari gallon dan mengisi es batu ke dalam gelas, Zudva memblender dan memberikan taburan jelly serta misis, sedangakan Aliya tempat pembayarannya. Hahaha lucu dan rempong abiz. Smua pada gupuh karena anak kecilny auda triak-triak minta diduluin. OMG..wkwkwkwk
Zuda & Aliya Sibuk jualin POP ICE
Alhamdulillah dagangan kami laris manis dan hanya tersisa beberapa saschet saja dan kemudia kami bagi rata deeh.hahaha..
Maz jiva ng-MC dengan seru pula, smua akhirnya berlangsung asik. Belum lagi ada acara bagi-bagi ballon bagi anak2 kecil, mereka pun pulang dari Bazar dengan muka gembira dan kami pun ikut senang.
Hari ini kami pulang pukul 20.00 dan dari pagi jam 07.00 kami telah standby disni. Badan capek dan remek, tapi semua terobati karena Bazar kami terbilang sukses.alhamdulillah thanks God :)

Beberapa dokumentasi:

tetotet tetotet tetetotet tetet "JINGLES CAMPINA"

"ayo semua datang ke bazar" kata maz Jivat

Dinda Chang siap menjual baju-baju OKE dan serba MURMER
Bingung Spanduk Bazar mau di taruh mana



Tidak ada komentar:

Posting Komentar