Surabaya,
Jumat 27 Juli
Jumat ini saya ijin karena harus ke dokter gigi dan bertemu pegawai saya
di rumah. Jadi saya kurang tahu menahu soal kegiatan di basecamp. Tapi menurut
cerita teman-teman tidak ada suatu kegatan berarti, paling Cuma mengerjakan LPJ
dan mempersiapkan property2 yang dibutuhkan untuk acara-acara selanjutnya :)
Surabaya,
Sabtu 28 Juli
Pukul 09.00 kami ke SDN Sukolilo untuk membahas masalah bazaar yang kan
kami adakan pada hari Senin minggu depan, hal ini tentu butuh persiapan banyak.
Kami pun berbincang dengan bapak kepala sekolah d halaman samping. Setelah perbincangan
usai, kami pun kembali ke basecamp. Pukul 11.00 tiba-tiba saja adik-adik kelas
6 yang kemarin saya ajar, datang ke basecamp. Ogh iya saya baru ingat kalau
kemarin mereka saya suruh datang jika masih ada kesulitan belajar meskipun
acara BBM kami telah usai. Mereka pun lalu mengeluarkan buku dan mengerjakan PR
nya. Satu persatu anak telah selesai mengerjakan PR, dan kini….. semua pada minta
tebak-tebakkan perkalian sama saya. Hahahahaha….lucu. mereka pada berebut ingin
ikut dalam permainan yang saya buat. Alhamdulillah..itu tandanya mereka
menyukai saya,dan yaa.. and I love them :)
Sore harinya kami berpencar ke RT untuk memberikan informasi lagi kepada
pihak RT agar disampaikan kepada warganya serta ingin menarik formulir yang
sudah terisi. Namun, RW2 RT4 dan RT5 semuanya tidak ada, akhirnya saya kemabali
ke basecamp tidak dengan tangan hampa, karena saya membeli camilan
kripik.hahahahha :D
Surabaya,
Minggu 29 Juli
Seperti biasa adik-adik ingin belajar bersama kami, kami pun meluangkan
sedikit waktu untuk mereka belajar.
Hari Minggu bukannya ceria tapi kami malah stress, karena yang daftar
untuk berjualan di stand bazaar sampai H-1 hanya 1 orang saja. Bayangkan….
Hanya SATUU orang saja.huaa..#kudu nangis
Saya beserta Herdi dan divisi kewirausahaan lainnya mulai rembukkan masalah
ini. Kami pun memulainya dari kemungkinan-kemungkinana terburuk yang akan
terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan masalah penataan stand, kemudia property
apa saya yang kami butuhkan. Daan..yaa ribut sekali.wkwkwkw biasa lah adu
argument, kalo gk rame gak bakal seru.ckckckck
Pukul 16.00 Herdi sebagai penangungjawab acara ini mulai
membriefing teman-teman agar mencar/ membagi dalam tim-tim kecil untuk mencari
para pedagang yang sekiranya prospektif dan mau di ajak gabung di acara kami.
Saya pun akhirnya hanya mendapat dua, yakni Pak Sono (tukang bakso) dan Pak Dwi
(tukang Susu Kedelai). Azan magrib menggema, saya pun kembali kebasecamp
disusul teman lainnya.
Setelah berbuka puasa, kami pun membahas kemungkinan-kemungkinan
terburuk yang nantinya akan terjadi, dan kami juga merencanakan Plan A dan Plan
B untuk besok. Saya pun pulang dengan agak gelisah takut gak ada yang datang
besok..huhuhuhuu T.T
Surabaya,
Senin 30 Juli
Hari yang dinanti-nantikan tiba “Bazar Ramahan” pukul 15.00 kami bergegas
ke SDN Sukolilo dimana akan dilangsungkan acara tersebut. Jam sudah menunjukkan
15.10 namun kami masih sibuk berbincang di halaman depan,
“Her
ambil bangku-bangku yook” ajakku.
“kelas belom di buka lia”.
“HAAH??” kataku
bengong.
Ya ampuun kelas belom dibuka??padahal acaa bazar tinggal menghitung
menit, tapi kenapa pihak sekolah tidak mensegerakan membuka salah satu kelas
mereka.heran deeh --.--“
Akhirnya kami berinisiatif untuk memasang spanduk “Bazar Ramadhan” di
depan pintu masuk sekolah, dan lagi-lagi kami menghaapi kendala karena
ternyata di depan gerbang sekolah telah penuh spanduk-spanduk lainnya.OMG….but
finally kita akhirnya bisa memasangnya di antara pohon dan gerbang
sekolah.hahahaha… great idea guys :)
“alima,kalo mau ambil es skrg uda jam 15.15 loo” kata Dindan padaku,
aku
langsung melihat jam, dan
“Rek aku ambil es dulu ya”.
Memang sebelm berangkat
ke SD aku sudah berpamitan ke teman-teman kalau akan mengambil es batu
untuk propertiku berjualan di salah satu stand di bazaar itu, ya itung-itung
meramaikan. Gimana lagi, habiz g ada yang mau dating sih para penjualnya, sampe
heran deeh aku sama mereka itu. Dikasi rejeki kok nolak, katanya “Takut sepi
mbak”, ya maklum lah para pedagang itu juga mungkin memikirkan keuntungan yang
akan mereka dapatkan bukan?!
Saya dan Aliya akhirnya pegi sebentar untuk mengambil es yang telah kami
pesan sebelumnya, dan kata sang pengirim nanti jam 15.30 mereka akan tiba di
KFC Mulyosari. Kami pun bergegas untuk menuju kesana dan tak lupa saya juga
membawa megaphone untuk woro-woro ke warga sepulang dari mengambil es, namun
sebelumnya saya ke basecamp terlebih dahulu untuk mengambil tasku yang berat
dengan laptop, tujuannya sih skalian mau di kembalikan di kosan gitu, habiz di
basecamp kan g ada orang.
Ketika tiba di depan KFC, kita longak longok kayak orangbego gtu nyari
tuh mobil box mengangkut es.hahahaha…
“Apa itu ya li?” saya menunjuk mobil box yang ada di depan KFC,
”Coba
aja” kata Aliaya. Kami pun langsung ke sana.
“Permisi pak, ini mobil box nya Es
Iglo bukan ya?” kataku pada bapak-bapak yang tengah bekerja mengangkut barang,
“Ow bukan mbk, ini mobil box nya superindo.” Hwahahahah kudu nguyu.
Salaah deh
bukan ini mobilnya. Akhirnya kami menunggu di depan KFC lagi sambil mencoba
menelepon kurir yang mengantarkan es (tadi waktu pesen dikasih no telp kurirny
juga). Tidak selang lama, mobil box itu pun tiba.
“Jadi ambil brp mbak? 5 ya?”
kata orangnya turun dari mobil,
“Wuiik cek banyak e maz, enggak 2 aja cukup”.
Mereka pun membuka pintu box belakang sambil mengambil es pesanan kami.
“Ada
kresek gak ya maz?” kataku.
”Waah gak ada mbk.” sambil menunjukkan betapa besar
dan beratnya 1 kantong es saja. Mereka pun membantuku menaruh katong-kantong es
itu di depan motorku. Tas rangsel ku yang besar pun akhirny dibawakan oleh
Aliya. Setelah membayar dan saya diberi kuintansi, saya puun cuusss. Rencananya
mau ke kosan saya untuk mengembalikan tas rangsel yang begitu berat ini. Namun
kami urungkan karena buat duduk aja di jok motor uda susah banget gara-gara
bawa 10kg es.hahahaha
Kaki ku pun tidak pada posisi yang enak, secara bawa es 10kg di depan,
apalagi motorku motor bebek.hmmm…(bisa bayangin deh kayak apa—“).
Air pun
mengucur terus dari situ karena matahari masih agak terik sore itu. Waktu
lampu merah air yang mengucur semakin deras. Celana pun ikut basah, belom
lagi orang mengira jangan-jangan aku pipis sembarangan…OH TIDAAAK!!
“Li, balik ke SD dulu aja ya naruh es, baru ke basecamp ngembalikan
tasku sambil woro-woro ke orang-orang”kataku, dan Aliya menjawab,
“Oke deh.”
Setibanya kami tiba di SD, Zudva menyambut kami menggunakan ember yang
memang akan kami gunakan sebagai tempat es (ceritanya saya mau jualan bertiga
Saya, Aliya, Zudva).
Setelah menaruh es saya pun kembali ke basecap untuk menaruh kembali tas
rangsel. Sesudah itu sebenarnya saya ditugaskan untuk menginformasikan kepada
masyarakat kalau sekarang ini tengah berlangsung bazaar di SDN Sukolilo, tapi
entah mengapa saya mengurungkannya dan malah kembali ke SD. Saya gak siap mental
kalau-kalau orang-orang banyak yang berbondong-bondong yang datang, tapi
penjualnya sepi.huhuhu…
Tak berpa lama setelah saya tiba di SD, maz Jivatpun memulai acara ini,
dan yaa satu persatu mereka mulai ramai berdatangan, khususny anak-anak kecil.
Namun, masih terisi 3 stand dan itu semua hanya temen-temen KKN yang
berniat membantu mengisi stand, lalu pedagang yang asli kmn smua nih???
Tiba-tiba pejual Es Campina masuk, dengan sangat senang saya
menyambutnya lalu melakukan negoisasi serta tawaran-tawaran menarik untuknya.
Lalu pedagang itupun akhirnya setuju. Alhamdulillah 1 stand terisi lagi.
“Li, ngapain?sinii.” panggil herdi ketika saya melihat stand saya, yang menjual Pop Ice dijaga oleh Zuda dan Aliya yang ramai pembeli.
“Ada apa her?” kataku,
“Kamu sama Tomy tolong carikan ibu ini (sambil
menunjukkan satu nama di kertas list pedagang ang kami data), takutnya kalau
ibu ini dah buka lapak, dia bakal males ke sini”.
Akhirnya aku dan Tomy
bergegas mencari bu tesebut, dan yaa… ketemu juga deh sama ibu itu. Dia menjual
beragai macam jajanan pasar+gorengan yang di dorong dengan gerobak besar gitu.
Waaah hebat juga ibu ini.
Kamipun sempat menjaga dagangannya karena ibu tersebut hendak mengambil
kue lagi di rumah. Hmmm….gak apa-apa deh :D
Setelah sang ibu kembali kami pun bergesa menuju SD. Di sana sudah
semakin ramai dan tak lupa sepanjang jalan saya tetep menginfokan adanya bazaar
di SD Sukolilo, yaa itung-itung supaya tambah ramai.wkwkwkw
Dagangan saya pun laris manis di serbu pembeli, apalagi dengan adanya
kupon potongan harga yang kami berikan secara Cuma-Cuma malah menambah daya
konsumtif konsumen. Alhamdulillah… hahaha….
Saya kini pun turut membantu teman-teman yang berjualan, saya bertugas
mengambil air dari gallon dan mengisi es batu ke dalam gelas, Zudva memblender
dan memberikan taburan jelly serta misis, sedangakan Aliya tempat
pembayarannya. Hahaha lucu dan rempong abiz. Smua pada gupuh karena anak
kecilny auda triak-triak minta diduluin. OMG..wkwkwkwk
| Zuda & Aliya Sibuk jualin POP ICE |
Alhamdulillah dagangan kami laris manis dan hanya tersisa beberapa
saschet saja dan kemudia kami bagi rata deeh.hahaha..
Maz jiva ng-MC dengan seru pula, smua akhirnya berlangsung asik. Belum
lagi ada acara bagi-bagi ballon bagi anak2 kecil, mereka pun pulang dari Bazar
dengan muka gembira dan kami pun ikut senang.
Hari ini kami pulang pukul 20.00 dan dari pagi jam 07.00 kami telah
standby disni. Badan capek dan remek, tapi semua terobati karena Bazar kami
terbilang sukses.alhamdulillah thanks God :)
Beberapa dokumentasi:
| tetotet tetotet tetetotet tetet "JINGLES CAMPINA" |
| "ayo semua datang ke bazar" kata maz Jivat |
| Dinda Chang siap menjual baju-baju OKE dan serba MURMER |
| Bingung Spanduk Bazar mau di taruh mana |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar